Senin, 23 Maret 2020

Dilema Sarjana Karena COVID-19 ?


Fitriyanti Tangahu

Covid-19 memang sangat berbahaya. Penyebarannya secara global (pandemi). Anjuran pemerintah kepada seluruh masyarakat untuk melakukan Sosial Distancing dalam artian menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar sesama manusia, tidak bersentuhan, menghindari berbagai kegiatan-kegiatan seperti seminar dan hal semacamnya. Virus ini membuat seluruh manusia untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan melakukan seluruh aktifitas didalam rumah. seluruh jajaran pendidikan baik tingkat SD, SMP/MTS, SMA/SMK, SLB dan Universitas diliburkan demi keamanan kita bersama khususnya didindonesia.
Untuk para mahasiswa yang saat ini berada pada masa penyelesaian Studi merasa dilema dengan keadaan adanya virus Covid-19 ini. Mereka tidak peduli dengan Kuliah Daring, kelas Online dan apa saja yang membuat mahasiswa harus mengerjakan seluruh tugas mata kuliahnya cukup dari rumah. Bagi mereka libur adalah waktu yang tertunda dalam hal penyelesaian Studi. Salah satu Mahasiswa yang berasal dari Universitas Negeri Manado menyatakan bahwa Kita nda peduli dengan kelas online karena memang kita so semester akhir. Kalau kebijakan kampus melakukan Proposal, Skripsi dan Kompre secara Online baru kita setuju, hehe. Tapi itu nda mungkin ujar FT.
Diindonesia yang sudah Positif virus Covid-19 ada sekitar 514 orang, meninggal 48 orang dan sembuh 29 orang (Kumparan.com). Nah, disini bisa kita simpulkan bahwa, virus ini bukan sekedar virus. Virus ini lebih berbahaya dari apapun, termasuk menunda waktu untuk jadi Sarjana.

Oke, cukup sampai disini. Stay At Home.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar